• Konsep Diri Positif dan Konsep Diri Negatif

    Konsep diri merupakan faktor penting didalam berinteraksi. Hal ini disebabkan oleh setiap individu dalam bertingkah laku sedapat mungkin disesuaikan dengan konsep diri. Kemampuan manusia bila dibandingkan dengan mahluk lain adalah lebih mampu menyadari siapa dirinya, mengobservasi diri dalam setiap tindakan serta mampu mengevaluasi setiap tindakan sehingga mengerti dan memahami tingkah laku yang dapat diterima oleh lingkungan.

Kata Sambutan

Penyerahkan Cenderamata

Penyerahkan Cenderamata Siswa SMA Negeri 17 Medan
kepada Walikota Medan (Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, Msi)

  

Di saat Bapak Walikota Medan menjadi Pembina Upacara Rutin Hari senin (2 Maret 2015) di SMAN 17 Medan, Bapak Walikota melihat sketsa foto kepala SMA N 17 Medan (Soagahon simanungkalit, SH) di Kantor Kepala sekolah yang dilukis oleh siswa  sebagai hadiah guru. Bapak Walikota sangat terkesan dan memanggil siswa yang berbakat tersebut untuk melukis Foto pribadi beliau. Senin, 27 April 2015, tiga (3) orang siswa SMA Negeri 17 Medan (Raja Iqbal Harahap, Kevin Tarigan, dan Muhammad Arsyad) yang didampingi oleh Kepala Sekolah (Soagahon Simanungkalit, SH), dan 2 orang guru (Dra. Peni Prasetyawati dan Twendepana Simamora, S Pd) menyerahkan cenderamata kepada Bapak Walikota Medan. Cenderamata tersebut berupa sketsa foto pribadi Bapak walikota Medan yang dipesan beberapa waktu yang lalu. Bapak Walikota menerima kedatangan rombongan dengan senang hati dan menerima cenderamata berupa sketsa foto beliau serta mengucapkan terimakasih atas pemberian cenderamata dari siswa SMA N 17 Medan

Last Updated (Tuesday, 28 April 2015 17:19)

 

LOMBA LINGKUNGAN

SMA NEGERI 17 MEDAN MERAIH JUARA HARAPAN II
LOMBA LINGKUNGAN SEKOLAH SEHAT SE-KOTA MEDAN
 

Pada tanggal 31 April – 11 Mei 2015 telah dilakukan Penilaian Lomba Lingkungan Sekolah Sehat Tingkat Tingkat SMA  Se-Kota Medan Tahun 2015. Peserta lomba  adalah SMA Negeri dan Swasta yang terdiri dari kurang lebih 250 sekolah yang berada di Kota Medan. Penilaian Lomba Lingkungan Sekolah Sehat/Medan Berhias ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Medan agar semua sekolah SMA di Kota Medan memiliki lingkungan yang sehat, rindang dan bersih dengan TIM  Penilai dari USU.

Yang menjadi kriteria penilaian dalam sekolah lingkungan sehat antara lain mengenai perikalu hidup sehat seperti bagaimana kepedulian warga sekolah terutama petugas kebersihan sekolah, para siswa dalam membuang sampah pada tempatnya,sarana prasarana sekolah yang memadai dan terawat dengan baik, juga berbagai kegiatan memelihara lingkungan misalnya dengan tanaman perindang di lingkungan sekolah.
Dalam penilaian lomba lingkungan sekolah sehat Tingkat SMA Kota Medan Tahun 2015, SMA Negeri 17 Medan meraih juara Harapan II.

Kepala SMA Negeri 17 Medan, Soagahon Simanungkalit, SH menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung, terutama petugas kebersihan sekolah, para siswa yang tertib dan bersemangat dalam mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat bersama – sama dengan para guru yang sudah bekerja keras dan bertekad untuk menjadi pemenang dalam Lomba Lingkungan Sehat Tingkat SMA Kota Medan Tahun 2015 ini, dan beliau berharap untuk tahun-tahun berikutnya SMA Negeri 17 Medan bias meraih juara I. Dengan menjadi juara harapan II ini, seluruh warga sekolah terutama adalah para siswa, yang semakin baik dan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat, maka akan mendukung kegiatan pembelajaran akan semakin kondusif di SMA Negeri 17 Medan, dan melalui pendidikan, pelayanan kesehatan,dan pembinaan lingkungan sehat, secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat di sekolah.
 
 

Last Updated (Saturday, 25 April 2015 11:24)

 

Aksi Sosial 2015

Siswa SMAN 17 Medan Kelas XII TP. 2014/2015
Aksi Coret-mencoret Diganti Dengan Aksi Sosial


Rabu,  tanggal 15 April 2015,  merupakan hari yang sangat di tunggu tunggu oleh sejumlah pelajar tingkat SMA/MA di  seluruh  Indonesia, kenapa tidak, karena pada hari  ini merupakan hari terakhir Ujian Nasional.
Tetapi ada  beberapa hal yang sangat disayangkan yang dilakukan oleh pelajar di saat mereka telah mnyelesaikan Ujian Nasional (UN), dimana budaya Coret menyoret baju masih saja terjadi.
Tradisi corat coret seragam hingga mengecat rambut  yang dilakukan oleh para pelajar tingkat SMA/SMK setelah selesai Ujian Nasional (UN), seolah menjadi budaya yang terus menerus dilestarikan  di hampir seluruh pelosok tanah air ini. Bukan cuma dikalangan Siswa SMA/SMK saja, malah sudah banyak dicontoh oleh kalangan siswa SMP dan lebih parah lagi murid SD.
Namun tidak dengan siswa SMA Negeri 17 Medan, setelah selesai Ujian Nasional aksi corat-coret diganti dengan kegiatan yang lebih positif, yaitu AKSI NGUMPULAN  BAJU SERAGAM SEKOLAH  LAYAK PAKAI. Panitia/petugas pengumpulan pakaian seragam layak pakai untuk disumbangkan bagi adik kelasnya: Arjuna Pranata Sitepu, Eigina Yolanda Ginting, Paul Martonde Hutagalung, Trifena Yola Meilala, Jonathan Gilbert, Casro Gunawan Simanjuntak, dan Oanda Nia Pasaribu.
 Tujuan dari Aksi Sosial ini adalah baju seragam yang sudah tidak dipakai oleh Kelas XII yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasional  bisa disumbangkan kepada  adik kelas X dan Kelas XI nya.
Aksi ini disambut baik oleh Siswa Kelas XII SMA Negeri 17 Medan, karena dengan menyumbangkan pakaian seragam berarti bisa  membantu adik-adik kelasnya yang kurang mampu.
Dalam setiap tahunnya, setelah selesai Ujian Nasional, Kepala Sekolah SMA Negeri 17 Medan (Soagahon Simanungkalit, SH) menghimbau kepada Siswa Kelas XII setelah selesai melaksanakan Ujian Nasional diharapkan menyumbangkan pakaian seragamnya. Imbauan Kepala sekolah ini dilaksanakan dengan baik oleh siswa-siswa kelas XII yang baru saja melaksanakan Ujian Nasional, sehingga seperti tahun ini, SMA Negeri 17 Medan juga melakukan kegiatan aksi sosial tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Last Updated (Wednesday, 15 April 2015 15:07)

 

School Culture Creativity

“School Culture Creativity” SMA Negeri 17 Medan di PRSU

Kreasi seni siswa SMA Negeri 17 Medan ternyata bermanfaat lagi di saat Dinas Pendidikan Kota Medan menjadwalkan bahwa SMA Negeri 17 Medan mengisi acara hiburan di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 44 Tahun 2015. Tema kegiatan ini adalah “School Culture Creativity” artinya kreativitas seni  sekolah. Dalam kegiatan ini, SMA Negeri 17 Medan berdampingan dengan SMA Negeri 18 Medan. Utusan yang dikirim dari SMA Negeri 17 Medan sebanyak 9 Guru dan 35 siswa.
Acara dimulai pukul 20.00 WIB sampai 22.15 WIB dengan  menampilkan berbagai  kreasi seni, di antaranya: vocal solo pria/wanita, teater/drama, tari tradisional tapanuli utara, Vocal Group, dan tidak ketinggalan Trio guru SMA N 17 Medan (Surtana Sihombing, Maradoni Jaya Saragih dan Nurnawati Damanik) SMA Negeri 17 Medan menyanyikan lagu-lagu dengan sangat kompak. Acara diawali dengan  tarian persembahan dari siswa SMA Negeri 18 Medan.
Dengan adanya peran SMA Negeri 17 Medan dalam mengisi acara di PRSU ini, terlihat bahwa SMA Negeri 17 Medan semakin luas dalam mengembangkan kreasi seni.
 

Pensi SMA Negeri 17 Medan

Pensi  SMA Negeri 17 Medan

Mewarnai Acara Perpisahan dan Go ……Achieve Your Future”
Kamis, 9 april 2015 di SMA Negeri 17 Medan diadakan pentas seni dalam rangka acara perpisahan Siswa Kelas XII TP 2014/2015.
Panitia acara dibentuk pengurus OSIS SMA Negeri 17 Medan ternyata sangat bagus dalam mata acaranya  atas dorongan dan bimbingan Bapak/Ibu guru dan Pembina OSIS.
Acara diawali dengan kata sambutan dari Ketua Panitia, Dewantara Sebayang Kelas XI IPS 1, kemudian mewakili  siswa Kelas X dan Kelas XI. Sebelum mewakili  kelasnya, memberi kesan dan pesan, diselingi dengan acara hiburan membuat suasana semakin akrab. Pengurus komite dalam sambutannya berterima kasih kepada Bapak/Ibu guru terutama kepada Kepala Sekolah  yang membuat SMA Negeri 17 Medan semakin maju.
Kepala SMA Negeri 17 Medan (Soagahon Simanungkalit, SH) dalam kata sambutan terakhir di acara perpisahan menyimpulkan sambutan agar siswa Kelas XII semakin akrab dengan SMA Negeri 17 Medan karena acara ini bertema : GO …………….ACCHIEVE YOUR FUTURE ……………” Artinya pesan untuk pergi dan ditingkatkan meraih cita-cita ke jenjang pendidikan perguruan tinggi atau lapangan kerja dengan sangat sukses pendidikan di SMA dan sukses  Ujian Nasional. Kepala Sekolah lebih spesifik mengingatkan agar Ujian Nasional dilaksanakan dengan jujur dan penuh semangat.
Pertunjukan pentas seni semakin semarak karena diisi dengan berbagai kreasi, vocalia, instrument, stand komedi, tari, bahkan peran guru ikut serta melantunkan lagu hiburan membuat suasana semakin akrab.
Di saat acara  puncak, para siswa menyalami Bapak/Ibu guru suasana agak hening karena para siswa menyadari akan kesalahan yang diperbuat selama 3 tahun dan mereka merasa bersalah dan bersyukur karena akan  meninggalkan SMA Negeri 17 Medan yang penuh kenangan yang manis.
Para siswa SMA Negeri 17 Medan semakin merasakan keakraban ketika makan bersama, dan panitia menjelaskan suasana ini terlaksana atas bimbingan wali kelas, karena atas perpisahan ini menggunakan uang kas kelas. Oleh karena itu, panitia sangat berterima kasih kepada pengurus kelas atas kerja sama yang baik.
Acara pentas seni dan perpisahan di akhiri pukul 16.00 WIB berjalan dengan lancar, walaupun sempat diguyur hujan, namun tidak mengganggu acara. Para siswa merasa puas dan sangat terkesan bahkan seolah-olah berat meninggalkan sekolah, akhirnya acara foto bersama secara kelompok dan bersifat pribadi diabadikan menjadi dokumen yang indah bagi setiap siswa.

 

Upacara Bendera Pembina Walikota Medan


Upacara Bendera Pembina Walikota Medan
 

Upacara Bendera Nasional

 

 WaliKota Medan Drs. H. T. DZulmi Edlin S, M.Si


Pembina Upacara Bendera di SMA Negeri 17 Medan

Sesuai program dinas pendidikan kota medan bahwa senin, 02 Maret 2015 SMA Negeri 17 Medan sebagai sekolah perdana tahun 2015 kunjungan walikota sebagai pembina upacara bendara. Kehadiran walikota disambut warga sekolah dengan gembira baik sebagai para guru/ pegawai, pengurus komite, pengurus sub unit darma wanita persatuan, pelajar SMA Negeri 17 Medan dan SMA Swasta Se Sub Rayon. Setibanya di SMA Negeri 17 Medan, Mis.N Damanik, M.Hum menyampaikan pantun selamat datang kepada walikota medan, dilanjutkan dengan pengalungan bunga oleh. Dhea Putri yang didampingi kepala Dinas Pendidikan kota Medan, Para Muspika Kecamatan Medan Tuntungan, Kepala Sekolah SMA/SMK Negeri Sekota Medan dan Kepala Sekolah SMA Negeri 17 Medan, Soagahon Simanungkalit, SH beserta Ibu Sebagai ketua Sub unit Darma wanita SMA Negeri 17 Medan.

 Ambrosius Siahaan guru SMA Negeri 17 Medan, dihunjuk sebagai perwira  upacara memberi laporan kepada Walikota Medan dilanjutkan dengan pelaksanaan upacara. Protokol atau pemandu upacara oleh Wanda Pasaribu membacakan tertib acara secara berurut mulai dari pemimpin upacara oleh Yoel Pelawi , penggerak bendera oleh Pedri Caca, Eninta Kerina, dan Helen dengan Team Paskibra, pengucapan pembukaan UUD 1945 oleh Surya Darma Sinaga, Janji Siswa Oleh Ridho Deri Wandana dan Doa Oleh Agung Sibarani.

 Walikota Medan dalam bimbingan kepada para pelajar agar menjauhi Narkoba dan kepada siswa kelas XII secara khusus dipesankan agar segera mengikuti Ujian Nasional, oleh karena itu agar siswa lebih tekun belajar untuk kelulusan dan memasuki perguruan tinggi Favorit agar nantinya anak didik memiliki masa depan yang cerah dan persiapkan diri sebagai pemimpin masa depan bangsa mendatang.

 Setalah upacara Angelia siswa kelas XI memimpin kreativitas siswa SMA Negeri 17 Medan dengan membuat yel yel agar lebih dekat dengan kepada pemimpin, khususnya kepada kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, dan Kepada Walikota Medan. Suasana semakin semarak disaat yel yel senam jantung sehat remaja Indonesia yang membuat peserta upacara semakin gembira.

Proses upacara sangat hikmat dengan adanya Paduan Suara SMA Negeri 17 yang sangat bagus disaat menyanyikan MARS SMA Negeri 17 Medan. Diakhir acara walikota Medan menyerahkan bibit pohon buah kepada0 kepala sekolah SMA se Sub Rayon 17

 

foto : Upacara Nasional 

Last Updated (Saturday, 07 March 2015 20:32)

 

Penyerahan Laporan Pencapaian

Penyerahan Laporan Pencapaian Kompetensi Peserta Didik SMAN 17 Medan
Semester Ganjil TP. 2014/2015 Langsung Diterima Orang Tua Siswa

Sabtu, 20 Desember 2014.
Sesuai dengan Surat Undangan Kepala SMA Negeri 17 Medan (Soagahon Simanungkalit, SH) Nomor : 422/210/SMAN.17/2014 , tanggal 13 Desember 2014 kepada orang tua siswa untuk menerima rapor dengan jadwal Kelas XII : 07.30 – 08.30 WIB, Kelas XI : 09.00 – 10.00 WIB, dan Kelas X : 10.30 – 11.30 WIB.
Setiap kelas paralel sebelum penerimaan rapor, pihak sekolah dengan orang tua siswa mengadakan pertemuan untuk menerima penjelasan dari pihak sekolah mengenai :
1. Perkembangan sekolah dari segi tata tertib, sarana prasarana, dan peningkatan mutu di SMA Negeri 17 Medan.
2. Laporan perkembangan penggunaan dana BOS, terutama dalam hal pembebasan uang komite bagi siswa miskin.
3. Peningkatan disiplin jam masuk sekolah, jam belajar, dan jam pulang.
4. Perkembangan kegiatan ekstra kurikuler.
5. Perubahan nilai rapor setelah kurikulum 2013.
6. Sikap/komitmen untuk melaksanakan perubahan dan perkembangan kurikulum sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Setelah pengarahan dan penjelasan dari Kepala Sekolah, diberikan kesempatan kepada orang tua siswa untuk memberikan kritikan/masukan terhadap perkembangan program sekolah, dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh orang tua agar SMA Negeri 17 Medan semakin maju.

 

Hari Pertama Sekolah

Hari Pertama Masuk Sekolah SMAN 17 Medan

Semester Genap TP. 2014/2015 Belajar Efektif

Senin, 5 Januari 2015

SMA Negeri 17 Medan sekalipun hari pertama masuk sekolah, seusai libur semester, tetap melaksanakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Pukul 07.15 WIB, para siswa sudah berbaris untuk mengikuti upacara rutin setiap hari senin dengan pembina upacara Kepala SMA Negeri 17 Medan (Soagahon Simanungkalit, SH). Kepala SMA Negeri 17 Medan sebelum menyampaikan arahan dan bimbingan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling bersalaman dengan ucapan ”Selamat Tahun Baru”. Arahan Kepala Sekolah lebih menitikberatkan pada  evaluasi  diri agar setiap siswa mengalami perubahan dan peningkatan bahwa tahun 2015 harus lebih baik dari tahun 2014. Sesuai dengan roster pelajaran yang sudah disiapkan bahwa proses belajar-mengajar berlangsung hingga pukul 13.45 WIB. Kegiatan proses belajar- mengajar pada hari pertama tidak ada gangguan apa pun, sehingga  KBM berlangsung secara efektif. Kepala SMA Negeri 17 Medan mengingatkan bagi siswa yang tidak hadir hari ini dengan alasan yang tidak jelas, besok akan dipanggil untuk diberi sanksi yang mendidik agar tidak terjadi lagi siswa yang memperpanjang liburan.
 

PA PADANG


RETREAT PA PADANG SMAN 17 MEDAN
 
Medan, 29 oktober 2014   
Dalam rangka program PA Getsemani SMA Negeri 17 Medan, pengurus PA Getsemani yang di ketuai oleh Andi Bermana (kls XII IPA-3) bekerja sama dengan guru pembimbing PA (Dra.Daniwaty br Sukatendel dan Augusniwati Telaumbanua, STh) dan panitia PA Padang (ketua: Gery Bangun, sekretaris : Theresia, bendahara : Trifena) untuk mengadakan kegiatan PA Padang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu, tanggal 26 oktober 2014 di Retreat Center Sukamakmur. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 230 orang yang terdiri  220 orang siswa dan 9 orang guru pendamping beserta Bapak kepala SMA Negeri 17 Medan (Soagahon Simanungkalit, SH). PA Padang ini berthemakan “God Always Listening Always Understanding” (band. Filipi 4:6). Adapun acara yang dibuat mulai dari pukul 08.00 s/d 17.00 WIB yaitu : Kebaktian yang dilayani oleh : Pdt. Tina Grace Nainggolan, STh, makan siang bersama, games, jalan ke Puncak Salib dan di Puncak Salib dilaksanakan meditasi. Meditasi ini bertujuan untuk mendoakan persiapan siswa kelas XII yang akan menghadapi UN dan SNMPTN. Acara pokok berakhir pukul 16.00 WIB dan dilanjutkan dengan foto bersama, acara hiburan dan penyerahan hadiah games. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan penuh hikmat. Tepat pukul 17.00 WIB, semua pesereta PA Padang pulang menuju Medan.

Last Updated (Saturday, 07 March 2015 20:21)

 

Blusukan Presiden RI

 Blusukan Presiden RI ke Tanah Karo

Dimanfaatkan Siswa SMA Negeri 17 Medan Berjabat Tangan

 

Rabu, 29 Oktober 2014. Dengan adanya himbauan Dinas Pendidikan Kota Medan yang disampaikan Kabid Dikmenjur (Drs. Masrul Badri, M Si) agar sekolah yang berdekatan dengan Jalan Jamin Ginting menyambut Presiden RI sepulangnya dari Tanah Karo. Para siswa SMA Negeri 17 Medan yang sabar menunggu hingga pukul 19.30, merasa bangga dan kangen kepada Presiden RI yang baru, Joko Widodo (Jokowi).

Antusias itu sangat luar biasa setelah rombongan Presiden melewati Jalan Jamin Ginting dekat persimpangan SMA Negeri 17 Medan, para siswa sengaja membentangkan bendera merah putih sepanjang 50 meter dan mereka berhasil merapatkan mobil RI 1. Akhirnya Presiden keluar dari mobil dan menyalami para siswa-siswa, guru, dan pegawai, serta masyarakat sekitar.

Berbagai perasaan yang diungkapkan siswa setelah berjumpa dengan Pak Jokowi sangat puas karena bisa bersalaman, dengan melihat langsung Presidennya pun merasa senang. Menjelang pulang para siswa, Kepala SMA Negeri 17 Medan (Soagahon Simanungkalit, SH) mengingatkan dan menanyakan kepada siswa bahwa keberhasilan Pak Presiden karena beliau memiliki karakter ikhlas, jujur, dan kerja keras. Kemudian kepala SMA Negeri 17 Medan berkata: “Apakah anak-anakku siap meneladani karakter Pak Presiden. Secera serempak, siswa menjawab “Siap, Pak!”. SEMOGA.

 

Last Updated (Saturday, 07 March 2015 20:28)

 

KEPALA SEKOLAH

Soagahon Simanungkalit, SH
Pembina TK 1
NIP:196209021983031011

Pencarian